Sarana Transportasi Indonesia


Sudahtak asing lagi terdengar di telinga kita bahwa sistem transportasi di Indonesia sangatlah buruk. Mulai dari sarana dan prasarananya, hingga teknologi yang mendukung.

Di awali dengan sarana.

Kendaraan-kendaraan yang seharusnya digunakan sebagai alat transportasi yang modern kini malah ikut campur dalam kesalahan sistem transportasi di indonesia. Dengan jumlah penduduk yang termasuk lima besar penduduk terpadat di dunia, Indonesia belum mempunyai sistem transportasi yang bagus untuk digunakan dalam setiap daerah yang ada khususnya di ibukota negara.

Jakarta yang dihuni oleh 2 jutaan penduduk menjadi tempat yang sangat sering terjadi atau bahkan sudah rutin terjadi kemacetan di setiap titik-titik keramaian. Tidak hanya pasar, terminal, stasiun, mal, perkantoran,  jalan yang seharusnya tidak ada kemacetan pun tetap terjadi. Kepemilikan kendaraan pribadi merupakan salah satu faktor penyebab utama kemacetan lalu lintas. Hampir setiap pengguna kendaraan pribadi hanya berpenumpang 1 atau 2 orang. Padahal kendaraan pribadi seperti mobil rata-rata bisa mengangkut 5 hingga 8 orang penumpang dalam satu mobil. Nyatanya hampir tidak ada mobil para pekerja yang mencari rezeki di jakarta yang berpenumpang penuh. Mobil yang perpenumpang penuh hanya terjadi pada saat-saat liburan keluarga saja.

Masih berbicara tentang sarana transportasi. Angkutan umum atau angkot dan yang lainnya seperti bis, juga busway belum berjalan dengan baik. Angkot yang ada di setiap jalan yang terjadi keramaian malah turut serta menjadi penyebab kemacetan. Kesalahan yang terjadi adalah sistem yang ada atau budaya kita. Dilihat dari angkotnya sendiri sudah terlihat banyak sekali yang melanggar peraturan yang berlaku, seperti menaikkan dan menurunan penumpang disembarang tempat. Itulah salah satu penyebabnya. Selain itu, dengan kuantitas yang besar seharusnya angkot dapat mengantar penumpang dalam waktu yang singkat. Namun, bukan seperti itu yang terjadi. Jumlah angkot yang besar malah manambah volume kendaraan di jalanan dan menjadi penyebab macet. Selebih, kebiasaan angkot adalah sukange-tem. Itu yang merupakan kunci dari sistem transportasi yang tidak benar di Indonesia ini selain kepemilikan kendaraan pribadi. Angkot yang seharusnya memperlancar penumpang dalam hal transportasi malah menjadi penghambat penumpangnya akibat kebiasaannya yaitu nge-tem.

Warga yang tidak suka dengan kebiasaan angkot yang seperti itu menurut mereka lebih baik memiliki kendaraan pribadi yang tidak pernah nge-tem di sembarang tempat. Namun, hal itu yang menjadikan volume kendaraan yang ada di setiap jalan sangat besar dan berpotensi terjadinya kemacetan yang besar.

Begitu juga dengan transportasi umum lainnya seperti bis umum, dll. Padahal jika sarana transportasi umum dapat dikelola dengan baik dan benar Indonesia dapat menghilangkan image buruknya yaitu kemacetan.

Ditambah dengan kurangnya armada kereta listrik di jabodetabek. Banyaknya penumpang yang menggunakan jasa transportasi ini tidak diikuti dengan sarana yang ada. Semoga dengan sistem KRL yang baru yang akan diterapkan yaituCommuter Line akan memperlancar jalannya transportasi di Indonesia khususnya di Jabodetabek.Masih banyak faktor-faktor lain yang menjadi penghambat kelancaran transportasi di negeri ini. Yaitu prasarana yang ada. Namun permasalahan prasarana belum dibahas oleh penulis dalam note ini. Semoga tidak mengurangi pesan yang ingin disampaikan penulis. Permasalahan prasarana insyaallah aan dibahas di lain waktu. Semoga dengan membaca note ini pengendara kendaraan pribadi akan beralih ke kendaraan umum, supir-supir angkot tidak berhenti atau nge-tem di sembarangan tempat, dan pemerintah dapat turun langsung ke lapangan dengan membuat kebijakan-kebijakan  baru yang mendukung.Ayoo bangun pemuda-pemudi Indonesia!!!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: