Pulang


Setelah beberapa lama tinggal di asrama putra TPB IPB(walau hanya 2 minggu sih) akhirnya pulang juga ke rumah orang tua(di tangerang). Mencoba pulang setelah selesai shalat jumat siang kemarin bersama seorang teman saya yang juga seorang RT di lorong saya membawa barang bawaan yang lumayan banyak, yang isinya pakaian dan perlengkapan lain untuk di rumah selam kurang lebih 2 minggu. Seorang teman lain diharapkan lewat dengan mengendarai sepeda motor, karena agar kami lebih segera sampai di Bara. Lagipula jalan untuk kesana lumayan jauh dan agak mendaki yang cukup menguras keringat dan waktu. Akhirnya ada juga salah seorang teman lorong kami mengendarai sepeda motor dan mencoba meminta mengantarkan kami ke tempat tujuan bergantian.

Kamipun melanjutkan perjalanan pulang dengan menaiki angkot kampus dalam, supirnya teriak “ayo, laladon laladon laladon” karena memang itu tempat tujuan yang selanjutnya. Dengan wajah yang lecek, suasana terik siang bolong kami meninggalkan kampus kita tercinta, Institus Pertanian Bogor, kampus kebanggaan. Menikmati cuaca yang agak mulai mendung sambil mengingat-ingat asrama yang telah kami tinggalkan. Jalanan yang longgar mempercepat kami sampai tujuan.

Pindah angkot dengan tergesa-gesa, duduk berimpit-impitan dengan banyak barang bawaan, angkot tidak ingin rugi meski sudah berdesak-desak si supir masih ingin menambah jumlah penumpangnya. Di perjalanan menuju Stasiun Bogor kota Bogor hujan ringan, setelah sampai hujan berhenti sejenak, namun di dalam kereta hujan kembali tujun dengan derasnya. Air hujan pun masuk lebih cepat karena kereta melaju lebih cepat. Penumpang menggeser-geser posisi mereka masing-masing(maklum kereta ekonomi). Stasiun demi stasiun, penumpang demi penumpang bergantian. Saya masih tetap berada di dalam kereta untuk turun di tempat pemberhentian terakhir yaitu stasiun kota. Sebelumnya saya menyempatkan diri utuk membeli bawaan ke rumah, saya membeli buah-buahan, karena banyak buah beserta penjualnya mondar-mandir di dalam kereta. Harganya pun murah.

Teman saya telah turun lebih dahulu. Karena memang dia tinggal di daerah Jakarta. Saya tidak tahu tepatnya dimana, karena baru kenal 2 bulan, dan memang Saya tidak mengetahui Jakarta secara keseluruhan.
Monas telah terlihat dari kejauhan, Saya mencoba menyempatkan diri menengok ke arah luar untuk memperhatikan suasana di stasiun gambir. Ternyata Stasiun Gambir sangat ramai dengan penumpang yang mungkin akan pulang ke kampung halaman mereka di luar Jakarta. Saya bersegera menyiapkan barang bawaan saya karena beberapa menit lagi kareta akan sampai di tempat tujuan saya, Stasiun kota.

Tidak kalah dengan Stasiun Gambir, ternyata di Stasiun Kota juga ramai akan penumpang arus mudik lebaran tahun ini. Saya memperhatikan lingkungan sekitar sejenak. Ada seorang reporter salah satu televisi swasta sedang meliput berita arus mudik di Statiun Kota. Dan mencari diantara sekian banyak orang berlalu-lalang seseorang yang sya kira kenal. Ternyata tidak satu pun ada.

Kemudian Saya melanjutkan perjalanan pulang dengan menaiki bus kota, menunggunya di tempat pemberhentian yaitu halte.
bersambung sejenak…

2 Balasan ke Pulang

  1. aegis mengatakan:

    skarang masih d asrama bang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: